Penyakit Diare

Penyakit Diare atau diarrhea adalah sebuah penyakit dimana penderita akan mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau fases yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Penyebab Penyakit Diare

Diare bisa disebabkan karena gijal dari luka, penyakit alergi terhadap gula fruktosa atau laktosa, memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan secara berlebihan , kelebihan vitamin C, atau karena infeksi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Vibrio cholera.

Penyakit diare ini juga dapat disebabkan dari beberapa faktor seperti :

Faktor Infeksi.

  1. Infeksi internal, yaitu infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama dari penyakit yang menyerang anda yaitu diare.
  2. Infeksi bakteri, infeksi pada tubuh yang diakibatkan dari adanya bakteri seperti Vibrio coma, Echeseria coli, Salmonella, Shigella, Compilobacter, Yersenia dan Acromonas.
  3. Infeksi virus, Virus yang mungkin menjadi penyebab dari diare seperti Entero virus (Virus echo, Coxechasi dan Poliomyelitis), Adeno virus, Rota virus dan Astrovirus.
  4.   Infeksi parasit : Cacing, protozoa dan jamur.
  5. Infeksi parental, yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat pencernaan, seperti otitis media akut, tonsilopharingitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun

Bukan Faktor Infeksi

  1. Alergi makanan seperti susu dan protein dan makanan yang lainnya.
  2. Gangguan metabolik atau malabsorbsi
  3. Iritasi langsung yang mungkin terjadi pada saluran pencernaan oleh makanan
  4. Obat-obatan seperti antibiotik atau obat yang lainnya
  5. Penyakit usus seperti colitis ulserative, crohn disease dan enterocolitis
  6. Faktor psikologis rasa takut dan cemas yang anda rasakan juga dapat menjadi salah satu penyebab dari penyakit ini.
  7. Obstruksi usus
  8. Kurang gizi

Gajala Penyakit Diare

Beberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut.

Gejala diare :
1. Sakit perut
2. Seringkali mual dan muntah
3. Buang air besar terus menerus
4. Nafsu makan berkurang
5. Demam tinggi
6. Terkadang ada darah dalam tinja atau feses
7. Gejala lainnya dapat timbul seperti pegal pada punggung, dan perut berbunyi.

Jenis Penyakit Diare

Berdasarkan dari jenisnya, diare dibagi menjadi :

  1. Diare akut, yaitu diare yang menyerang anda dan biasanya berlangsung kurang dari 14 hari dan yang paling umumnya kurang dari hari). Akibat yang akan muncul dari diare akut ini adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.
  2. Diare persisten atau diare yang sudah kronis, yaitu diare yang biasanya akan berlangsung selama lebih dari 14 hari dan terjadi secara terus menerus. Akibat dari diare persisten ini penderita akan mengalami penurunan berat badan dan gangguan metabolisme tubuhnya.
  3. Diare Desentri, yaitu diare yang disertai darah yang bercampur dalam tinja yang dikeluarkannya. Akibat dari disentri ini adalah penderita akan mengalamu anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kemungkinan terjadi komplikasi pada mukosa.
  4. Diare yang anda alami dengan masalah (diare akut dan diare persisten) yang mungkin juga disertai dengan adanya penyakit lain dalam tubuh anda, seperti : demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya

Pengobatan Penyakit Diare

Diare dapat diatasi dengan mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupiuntuk menggantikan yang hilang, lebih baik dicampur dengan garam dan gula, bisa juga minum oralit, atau minum obat pencegah diare .

Pengobatan yang lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan bahan-bahannya adalah siapkan minyak kelapa satu sendok makan, lada enam butir, dan daun sirih 4-6 lembar. Cara membuat obat itu adalah semua bahan-bahan yang sudah disediakan ditumbuk hingga halus. Digunakan untuk diusapkan dibagian perut. Lakukan hal yang sama apabila masih dibutuhkan.

Resep berikutnya adalah bahan-bahan yang harus di siapkan seperti dua buah manggis matang diambil kulitnya, air 3 gelas, madu secukupnya. Cara membuat ramuan untuk mengobati diare adalah kulit buah manggis dicuci hingga bersih, lalu diiris-iris. Setelah itu, kulit buah manggis direbus dengan 3 gelas air bersih dan tunggu sampai mendidih dan biarkan airnya menjadi setengahnya. Sesudah dingin, airnya disaring serta masukkan madu kedalamnya. Dikonsumsi sehari dua kali, sekali minum ¼ gelas.

Pencegahan Penyakit Diare

Banyak cara untuk mencegah datangnya penyakit diare ini, diantaranya adalah :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan terutama pada air yang setiap harinya anda pakai untuk semua kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, dll.
  2. Jangan makan sembarangan apalagi memakan makanan yang tercemar bakteri yang bisa menyebabkan diare dapat menyerang tubuh anda
  3. Hindari makan makanan yang terlalu pedas dan asam dan bersantan dalam waktu yang bersamaan.
  4. Menjaga kondisi rubuh dengan olahraga dan minum air 8-12 kali sehari serta istirahat yang cukup.
  5. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air besar.
  6. Sebaiknya untuk ibu yang masih menyusui, berikan ASI pada bayinya setiap hari. ASI eksklusif sangat berguna sebagai antibodi pada tubuh bayi karena didalam ASI terkandung enzim-enzim pencernaan yang diperlukan oleh pencernaan bayi sehingga bila besar nanti, bayi anda akan memiliki daya tahan tubuh yang baik.
  7. Mencuci botol susu anak dengan baik dan benar apabila anak anda masih menggunakan botol susu agar kuman yang ada di dalam botol susu tersebut tidak masuk ke dalam tubuh.
  8. Membersihkan bahan-bahan makanan dengar air bersih.

Penyakit Diare

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

PENYAKIT DIARE

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

Bila diare tidak bertambah parah dan penderita masih dapat minum, maka cairan tubuh hilang dapat tergantikan.Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan gejala dehidrasi pun terjadi. Bila ini yang terjadi, maka penderita harap segera dibawa ke rumah sakit. Gejala yang biasanya ditemukan pada penderita penyakit diare yang dialami adalah rasa mulas yang berlebihan dan yang berkepanjangan, dehidrasi, mual hingga bahkan sampai muntah. Gejala lainnya yang mungkin akan muncul adalah timbulnya rasa pegal pada punggung dan perut penderita yang sering bunyi.

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit diare, Penyebab Diare seperti misalnya karena keracunan makanan,mengonsumsi jamur tertentu, salah minum obat stres/ emosi, minum alkohol, infeksi bakteri, dan sakit perut.

Penyakit Diare Pada Orang Dewasa

Gejala Penyakit Diare Pada Orang Dewasa:

  1. Sering buang air besar dalam bentuk cairan berwarna terang dan kehijauan
  2. Kram pada perut
  3. Kelelahan karena banyak kehilangan potasium (kalium)
  4. Kehausan karena banyak cairan yang hilang
  5. Ada bercak darah saat buang air

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare:

 

  1. Penanganan yang dapat diberikan untuk obat diare adalah banyak minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan zat kimia tubuh yang hilang. Minum cairan setiap 2 jam sekali sebanyak kurang lebih 2 ons. Saat anda mengalami diare, semua cairan tubuh akan keluar bersamaan dengan buang air besar yang anda keluarkan, jadinya tubuh anda akan mengalami dehidrasi dan membuat badan anda menjadi lemas. Selain dengan air putih diare yang anda alami juga dapat diatasi dengan cairan oralit untuk menhentikan diare anda.
  2. Jika anda gemar meminum susu, hentikan minum susu atau mengkonsumsi produk olahan dari susu saat anda sedang diare yang akan membuat diare anda akan bertambah parah. Terkecuali untuk susu yogurt yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala dan penanganan penyakit diare yang paling baik untuk anda.
  3. Bila diare berlangsung lama, misalnya 1-2 hari dan bila kencing berkurang jumlah dan frekuensinya maka bawa segera penderita ke rumah sakit karena ada kemungkinan ia terkena dehidrasi.
  4. Hindari makanan padat dan berserat karena bagi anda yang sedang mengalami penyakit diare konsumsilah makanan yang lembek atau buah yang berserat justru akan membuat diare anda semakin bertambah parah. Jika anda ingin mengkonsumsi buah maka makanlah buah yang dapat digunakan untuk obat diare yaitu buah salak atau buah pohon sagu karena dapat membantu membuat tinja anda tidak cair lagi.
  5. Untuk mengurangi gejala dan penanganan penyakit diare yang simpel untuk anda adalah dengan mengkonsumsi cuka apel. Caranya cukup mudah hanya dengan mencampurkan beberapa tetes cuka apel ke dalam air putih dan langsung dapat anda minum. Cuka apel adalah ramuan tradisional yang ampuh untuk mengatasi penyakit diare yang anda alami.

PERINGATAN TERHADAP PENYAKIT DIARE

Bila gejala berlanjut dan buang air besar berubah warna menjadi lebih gelap (Hitam), juga perut sering terasa melilit (Kram), bawa segera penderita ke unit gawat darurat rumah sakit.

DIARE PADA BAYI DAN ANAK-ANAK

Gejala Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare penyebab umum Diare Pada Anak-Anak adalah karena adanya infeksi dalam tubuh, salah mengonsumsi makanan (makanan kadaluwarsa), alergi terhadap jenis makanan tertentu dan keracunan.

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

Bila diare tidak terlalu parah dan anak masih mau minum banyak air, tubuhnya tidak akan banyak kehilangan cairan. Namun bila anak tidak mau minum dan sering muntah, penggantian cairan mutlak diperlukan karena bila tidak ia akan terkena dehidrasi, bawa segera ke rumah sakit jika diperlukan.

Gejala Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare :

  1. Frekuensi buang air bertambah
  2. Buang air besar berbentuk cairan
  3. Kotoran berbau atau tidak berbau.

Penanganan Penyakit Diare 

  1. Beri penderita minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, paling tidak setiap 2 jam sekali sebanyak 2 ons atau dapat juga diberikan oralit atau air tajin sebagai pengganti cairan yang hilang.
  2. Hindari makanan padat dan berserat dengan mengurangi penberian sayur dan buah-buahan karena akan sulit untuk dicerna oleh si kecil.
  3. Tetapi berikan ASI untuk si kecil yang sedang terserang diare. Biasanya anak-anak yang terserang diare adalah anak-anak yang kemungkinan tidak mendapatkan ASI.
  4. Apabila anak yang mengalami diare, segera bawa kedokter agar langsung dapat gejala dan penanganan penyakit diare yang langsung dapat diberikan kepada anak anda sedini mungkin oleh dokter. Sebab beberapa diare butuh antibiotik tertentu untuk mengatasinya.

Peringatan Penyakit Diare dari mulai Gejala dan Penanganan Penyakit Diare :

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare pada anak dan bayi dapat berubah menjadi dehidrasi yang bisa menjadi masalah serius. Bila terlihat tanda-tanda bahaya seperti dibawah ini, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.

  1. Buang air besar cair (mencret) setiap 4-6 jam sekali
  2. Anak anda akan mengalami demam
  3. Mulut anak anda yang kering
  4. Kencing berkurang (frekuensi dan volumenya)
  5. Mengantuk, lemas, menangis lirih
  6. Mata cekung
  7. Muntah-muntah
  8. Ada bercak darah dalam tinja

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , | Leave a comment

Epidemiologi Penyakit Diare

Epidemiologi Penyakit Diare termasuk penyakit yang berkaitan dengan syaraf juga bisa menyebaban diare kronik. Pada penderita diabetes melitus yang telah menunjukkan komplikasi neuropati (kelainan saraf) juga menyebakan kontrol otonom syaraf-syaraf  di saluran cerna terganggu dan ini  dapat menyebabkan terjadinya diare, disebut dengan enteropati diareal.

Terapi Epidemiologi Penyakit Diare

Penatalaksanaan diare dibagi menjadi 2 bagian yaitu berdasarkan gejala dan berdasarkan penyebab yang mendasar dari Epidemiologi Penyakit Diare. Kejadian diare di negara berkembang antara 3,5- 7 episode yamg menyerang setiap anak pertahun dalam dua tahun pertama dan 2-5 episode pertahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. Penyakit diare ini masih merupakan salah satu penyebab dari kematian utama bayi dan balita yang ada di Indonesia.

Gejala Epidemiologi Penyakit Diare

Priorits utama dalam terapi gejal diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi yaitu mengimbangi cairan yang keluar dengan pemberian cairan minum mengandung elektrolit yang cukup.  Cairan yang digunakan bisa oralit (cairan peroral mengandung elektrolit), larutan gula garam atau cairan lain.

Penderita penyakit diare dianjurkan untuk  banyak memiun air hangat, karena selain dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, air hangat dapat meninggalkan penyerapan cairan pada pembuluh darah.

Gejala-gejala lain seperti nyeri perut, mual, muntah, bila perlu dapat diberika obat yang sesuai. Bila diare tidak teratasi setelah 3 hari, pasien tidak mau/tidak bisa makan dan minum atau terdapat tanda-tanda bahaya (penurunan kesadaran, sesak napas, syok dll) maka pasien sebaiknya segera di bawa ke dokter atau rawat inap di rumah sakit. 

Mengenal makanan yang bisa dimakan pasien saat diare, disarankan untuk memakan-makanan lunak yang tidak merangsang. Makanan juga harus cukup kandungan nutrisinya agar dapat menggantikan nutrisi yang hilang akibat diare. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang perlu mendapat perhatian, misalnya untuk pasien penyakit diare yang disebabkan oleh penyakit thypoid, disarankan untuk tidak memakan-makanan yang mengandung tinggi serat. Pada fase akut, pasien yang dicurigai keracunan makanan, jika makanan yang hendak dimakan dicurigai menjadi penyebab penyakit diare tersebut, maka makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan. Jika diduga terjadi perlukaan di saluran cerna, mungkin usus dapat diistirahatkan untuk jangka waktu tertentu, asupan nutrisi penderit penyakit diare dapat diberikan melalui cairan infus, hal ini tentunya dilakukan di RS atas pengawasan dokter.

Penyebab Epidemiologi Penyakit Diare

Dokter akan menilai penyebab dari penyait diare yang diderita dan akan menentukan terapi causative (terapi paasti sesuai penyebab) apa yang harus diberikan kepada pasien. Misal pada penyakit diare yang disebabkan kuman atau bakteri, maka dokter akan meresepkan antoibiotik yang mampu membunuh kuman-kuman tersebut. Jika penyebabnya adalah penyakit sistemik seperti diabetes maka penyakit diabetes juga perlu diobati. Jika penyebabnya kanker usus besar, maka terapi kanker usus besar mesti dilakukan.

Kuman penyebab diare ini biasanya akan menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dari kita juga dapat menyebabkan penyebaran kuman enteric dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit diare. Perilaku tersebut antara lain seperti : tidak memberi ASI secara penuh kepada anak selama 4-6 bulan pada pertama kehidupan. Pada bayi yang tidak diberi ASI resiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh, dan kemungkinan menderita dehidrasi akan jauh berat lebih besar terjadi pada anak yang tidak diberikan ASI dibanding anak yang diberikan ASI.

Penyebab lain dari epidemiologi penyakit diare ini adalah :

  • Menggunakan botol susu untuk anak, penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman karena botol susah untuk dibersihkan.
  • Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Apabila makanan yang anda masak disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercemar dan kuman yang ada di dalam kamar tersebut akan berkembang biak.
  • Menggunakan air yang tercemar. Air mungkin salah satu jenis yang sangat mudah untuk tercemar. Penggunaan air yang sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan dirumah. Pencemaran air yang terjadi di rumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan yang tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.
  • Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebulum makan anak. Ajarkan pada anak anda untuk selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun agar tidak mudah terserang diare.
  • Tidak membuang tinja (termasuk tinja bayi ) dengan benar. Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya, padahal sesungguhnya hal yang anda fikir tidak berbahaya justru akan berbahaya dan mengundang virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang dapat pula menyebabkan infeksi yang dialami pada manusia.

Pengobatan Epidemiologi Penyakit Diare

Untuk pengobatan anda dapat menggunakan daun kayu putih untuk dikonsumsi anak anda untuk obat diare. Siapkan 10 gram daun kayu putih  yang sudah kering dan air bersih sebanyak 2 gelas. Rebus daun kayu putih dalam 2 gelas air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya berkurang hingga setengahnya. Angkat dan dinginkan airnya. Setelah itu anda langsung dapat memberikan untuk anak anda. Lakukan pengobatan ini hingga penyakit diare anak anda membaik.

Epidemiologi Penyakit Diare

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya

Salah satu kelainan buang air besar yang sering terjadi adalah Penyakit Diare dan cara mengatasinya adalah dengan daun jambu biji. Masyarakat sering menyebut penyakit ini dengan sebutan mencret. Hampir setiap orang termasuk kita mungkin pernah menderita penyakit diare, bahkan ada sekali yang gampang sekali terserang penyakit diare ini.  Seringkali diare bersifat dapat sembuh dengan sendiri tanpa diobati, tak heran bila penyakit diare ini sering kali disepelekan oleh penderitanya. Padahal bila Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya ini dibiarkan dapat mengancam jiwa seseorang yang menyepelekannya.

Tanda dari penyakit diare

Menurut Dr. H. Syafruddin AR Lelosutan, SpPD-KGEH, MARS, FINASIM dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Subroto, Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya adalah keadaan buang air besar (BAB) yang encer atau lembek (semisolid) dengan frekuensi berlebihan dari kebiasaan normal sehari-hari (lebih dari 3 kali sehari) dan dapat disembuhkan dengan obat dokter.

Diare dapat bercampur dengan darah, lendir maupun jaringan di saluran cerna. Diare dapat menimbulkan bau yang macam-macam, seperti bau amis, bau busuk, bau seperti daging terbakar, bau makanan basi, dan lain-lain. Diare juga ditandai dengan nyeri perut, mual, muntah, mulas, demam dan tanda-tanda dehidrasi (kram perut, mata cekung, bibir kering, kulit keriput, sembelit dsb.

Diare dapat menyebabkan bahaya serius bila tidak ditanggulangi dengan tepat. Kekurangan cairan yang tidak ditangani misalnya dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti syok, penurunan kesadaran, sepsis (infeksi berat), gangguan elektrolit, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

Diare akut vs Diare Kronik

Berdasarkan lama kejadian diare, dapat dibedakan atas diare akut dan diare kronik. Bila diare terjadi kurang dari dua minggu dapat dikategorikan diare akut sedangkan bila lebih dari 2 mingg maka dikategorikan diare kronik.

Diare Akut

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dapat disebabkan karena infeksi, karacunan, alergi, reaksi obat-obatan dan juga faktor psikis dan dapat sembuh jika anda menghentikan penggunaan obat yang menjadi pemicunya. Namu penyebab terserang diare akut di negara kita adalah faktor infeksi. Banyak sekali mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare akut ini, seperti jenis virus, bakteri, protozoa, sampai cacing (helminthes). Pada anak-anak diare paling sering disebabkan oleh virus 70-80%.

Diare Kronik

Diare kronik umumnya didasari oleh penyakit-penyakit non efektif pada saluran cerna seperti penyakit kolon inflamatorik, IBS (irritable bowel syndrome), pancreatitis, kanker usus besar. Diare kronik juga bisa ditemukan pada penderita penyakit sistemik tertentu, seperti pada pasien HIV/AIDS., tirotoksikosis, malabsorpsi, dan pada penderia diabetes melitus (DM).

Sedangkan berdasarkan masalahnya Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dibagi menjadi dua yaitu diare disentri dan diare dengan masalah. Diare disentri disebabkan dari masalah yang berasal dari dalam tubuh penderita sedangkan diare dengan masalah adalah diare yang disetai dengan penyakit lain.

Diare Disentri

yaitu Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya yang disertai dengan bercampurnya darah dalam tinja yang dikeluarkan penderita. Bawa penderita ke puskesmas terdekat apabila sudah mengalami hal tersebut. Akibat dari penyakit diare disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, dan kemungkinan terjadi komplikasi pada mukosa

Diare dengan Masalah

Yang termasuk dalam penyakit diare ini adalah diare akut dan diare persisten. Diare jenis ini mungkin juga disertai dengan penyakit lain yang menyerang tubuh anda, seperti : demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya.

Pada Inflamatory Bowel Disease (IBD) di dalam feses dapat ditemukan darah, serta dapat ditemukan juga gejala-gejala lain seperti radang sendi, radang uvea (pada mata) serta kelainan kulit. Diare umumnya terjadi karena adanya kerusakan absorbsi permukaan dinding usus. Pada Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare umumnya disebabkan oleh perubahan motilias (gerakan) intestinal. Penyakit Diare ini biasa disertai juga dengan susah BAB, nyeri perut, dan rasa tidak sempurna setelah BAB. Sebagian besar diare terjadi karena kurang memperhatikan kebersihan, sehingga makanan atau minuman yang kita makan terkontaminasi kuman. Untuk mencegah diare, terutama diare akut , sebaiknya mngonsumsi makanan yang berkualitas baik dan terjaga kebersihan dalam proses pembuatannya.

Berikut beberapa tips lain untuk mengatasi penyakit diare, diantaranya adalah : 

1. Mencuci tangan dengan segera, setelah memegang sesuatu yang kotor, misalnya sehabis memegang kotoran bayi/anak, abis membuang sampah, habis buang air besar.

2. Mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan

3. Memasak air hingga mendidih agar kuman yang ada di dalam air hilang dan mati.

4. Memasak makanan hingga matang, jangan sampai masakan yang kita makan belum matang dan masih mengandung kuman di dalamnya yang dapat menyebabkan penyakit diare menyerang keluarga.

5. Menutup makanan yang sudah kita masak dengan menggunakan tudung saji agar tidak terkontaminasi dengan udara yang ada disekitar ruangkan tersebut. Apabila makanan di biarkan terlalu lama dan tidak ditutup maka masakan anda akan terkontaminasi dengan kuman yang ada diruangan dan akan dapat menimbulkan penyakit diare baik pada anak anda atau keluarga yang lainnya.

6. Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup serta pola makan yang sehat agar terhindar dari penyakit sistemik dan penyebab penyakit diare yang mungkin dapat menyerang tubuh anda sewaktu-waktu .

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan Diare

Penularan diare dapat terjadi karena adanya kontak langsung dengan feses yang terinfeksi secara langsung. Berikut penjelasannya :

  1. Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan udara dan kuman yang ada di ruangan tersebut, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
  2. Bermain dengan mainan yang telah terkontaminasi kuman penyebab diare apalagi pada saat bayi sering memasukkan tangan atau mainan atau barang apapun ke dalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan di permukaan udara selama berjam-jam bahkan sampai beberapa hari.
  3. Penularan lainnya terjadi ketika anda dan keluarga menggunakan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  4. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  5. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan feses anak yang terinfensi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pencegahan Penyakit Diare

Agar tidak terjadi atau menjadi penyakit yang semakin parah, penyakit diare harus kita cegah sejak dini. sebab jika tidak dicegah, bukan hanya menyerang kita tetapi juga akan menjadi satu-satunya penyebab terhadap kematian. Penularan diare ini sebenarnya mudah untuk dicegah. Beberapa cara atau bentuk pencegahan penyakit ini antara lain :

  • dengan mencuci tangan anda, memakai sabun dengan benar pada 5 waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, dan sebelum menyiapkan makanan.
  • Dsamping itu, kita harus meminum air minum yang sehat atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus hingga mendidih, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klonirasi.
  • Pengelolaan sampah yang baik juga dapat kita gunakan untuk mengurangi adanya penularan diare disekitar lingkungan rumah kita supaya makanan tidak tercemar serangga seperti lalat, kecoak, kutu, lipas, dan lain-lain menjadi salah satu cara lain dalam pencegahan penyakit diare. Selain itu, kita harus membuang air besar dan air kecil pada tempatnya dan sebaliknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

Berikut ini ada beberapa saran penting yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya diare pada bayi yaitu :

  1. Terus memberikan ASI kepada bayi selama 4 bulan pertama. Dengan ASI, tubuh bayi akan membentuk antibodi untuk memperbaiki saluran pencernaannya dan menahan laju diare.
  2. Jika kita mulai memberikan mekanan baru atau makanan padat kepada bayi, mulailah dengan sedikit demi sedikit dan melumatkan terlebih dahulu makanan tersebut. Ini dimaksudkan untuk memberikan waktu adaptasi bagi perut si bayi untuk mencerna makanan.
  3. Jagalah agar kondisi bayi selalu bersih dan berada ditempat yang sehat.
  4. Mencegah agar anak tidak memasukkan barang-barang kotor ke dalam mulutnya.
  5. Jangan memberikan obat-obatan penyakit diare yang tidak diperlukan bayi atau yang tidak diresepkan oleh dokter untuk bayi anda.

Penularan diare ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu penularan secara langsung dan tidak langsung :

Penularan secara langsung

Penyakit diare dapat ditularkan dari orang satu ke orang yang lain dengan cara langsung melalui fecal – oral. Cara ini dapat berlangsung dengan media penularan utama yang digunakan adalah makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan penyebab penyakit diare tersebut menyerang keluarga kita. Penderita diare yang berat akan mengeluarkan kuman melalui tinja, jika pembuangan tinja tidak dilakukan pada jamban tertutup, maka akan berpotensi sebagai sumber penularan diare ke orang lainnya yang akan membuang tinjanya.

Penularan secara tidak langsung

Penyakit diare dapat juga ditularkan dengan cara yang tidak langsung melalui air. Air yang tercemar kuman, bila digunakan oleh orang untuk keperluan sehari-hari tanpa direbus atau dimasak terlebih dahulu, maka kuman akan masuk ke tubuh orang yang memakainya, sehingga orang tersebut dapat terkena penyakit diare.

Berikut ini beberapa cara yang dapat anda gunakan untuk menangani penularan diare yang mungkin menyerang anak anda :

  • Segera bawa anak anda ke dokter bila diare yang dialami lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam lamanya dengan suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa mengeluarkan air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon apa yang anda lakukan untuknya.
  • Berikan makan dan minum untuk si kecil yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa dapat anda berikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat dari penularan diare tersebut.
  • Dan bila anak anda tidak mendapatkan penanganan yang kuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik. Beberapa cara penanganan yang dapat diberikan untuk anak anda dengan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit, pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap di beberapa penelitian.
  • Secara umum penanganan yang dapat diberikan untuk penderita penyakit diare akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi yang dialami penderita serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa, kemungkinan terjadinya intoleransi, mengobati kausa dari diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta lainnya yang ada di dalam tubuh penderita.

Penularan Diare 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare Dan Pencegahannya

Penyakit Diare Dan Pencegahannya adalah suat penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dan feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Dalam diare ini buang air besar sampai terjadi 3 kali lenih dalam 1 hari dan biasanya berlangsung selama 2 hari atau lebih, Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

Diare ini bisa dikatakan terjadi ialah jika seseorang mengeluarkan feses dalam bentuk yang encer. Jika kotoran tersebut mengandung lendir dan darah, penderita telah mengalami fase yang disebut disentri. Diare dapat terjadi dalam kadar yang ringan maupun yang berat. Diare biasanya terjadi secara mendadak, bersifat akut, dan berlangsung dalam waktu lama.

Penyebab Penyakit Diare

Penyakit Diare Dan Pencegahannya dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kadang diperlukan pengobatan khusus. Penyakit diare masih sering menimbulkan kejadian luar biasa, seperti halnya kolera  dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Namun, dengan pengobatan yang tepat, cepat dan bermutu, maka kematian dapat ditekan seminimal mungkin.

Sebagian besar penyakit diare yang sudah akut disebabkan karena adanya infeksi. Banyak dampak yang mungkin akan terjadi karena infeksi saluran cerna antara lain : Pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan gangguan keseimbangan asam basa.

Seperti yang telah disebutkan di atas, banyak hal yang dapat menyebabkan diare. Bila bayi maupun anak anda terserang Penyakit Diare Dan Pencegahannya, bisa saja dikarenakan adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, atau makanan. Anda dapat memberikan garam oralit yang dapat anda berikan untuk mengganti cairan tubuh anak anda yang hilang.

Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium), sehingga bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak.

Pada anak dengan kelompok usia 1 – 4 tahun, penyakit diare ini merupakan penyebab kematian terbanyak yang terjadi hingga hari ini. Penyakit Diare Dan Pencegahannya yang sering menyerang anak-anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal, oleh karena efektif, efisien dan biaya yang memadai. Terapi rasional adalah terapi yang: tepat indikasi, tepat obat untuk diare, tepat dosis, tepat penderita, dan waspada terhadap efek samping obat.

Gejala Penyakit Diare

Gejala dari penyakit diare atau mencret salah satunya adalah tinja yang keluarkan encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:

  1. Mengalami muntah-muntah
  2. Badan penderita yang mulai lesu atau lemah
  3. Panas
  4. Nafsu makan yang mulai menurun
  5. Darah dan lendir yang bercampur dalam kotoran yang dikeluarkannya

Rasa mual dan muntah-muntah pada penderita ini dapat mendahului gejala penyakit diare yang disebabkan oleh adanya infeksi virus dalam tubuh anda. Infeksi virus ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan Penyakit Diare Dan Pencegahannya dengan cara selalu menjaga kebersihan makanan yang kita makan agar tidak menyebabkan, muntah, tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan atau kelesuan.

Selain itu, penderita yang mengalami penyakt diare ini dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejala-gejala lain seperti flu misalnya agak demam, nyeri otot atau kejang, dan sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi.

Gejala penyakit diare lainnya adalah penderita seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung. Gejala tersebut akan terlihat pada bayi dengan umur kurang dari 18 bulan. Dehidrasi berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok pada penderitanya.

Pencegahan Penyakit Diare

Penyakit diare dan pencegahannya dapt dilakukan dengan memberikan ASI pada bayi karena pemberian ASI ini sangat berguna untuk tubuh bayi anda yang dapat berfungsi sebagai antibody pada tubuh bayi. ASI pada ibu mengandung enzin-enzin pencernaan yang sangat diperlukan untuk bayi sehingga bila besar nanti bayi anda telah memiliki daya tahan tubuh yang baik. Apabila bayi anda diberikan susu formula menggunakan botol, cuci botol susu anak anda dengan baik dan benar hingga bersih agar tidak ada kuman yang tertinggal di dalam botol yang memungkinnya kuman tersebut dapat masuk kedalam tubuh anak anda. Penyakit diare dan pencegahannya juga dapat anda lalukan dengan membersihkan bahan-bahan makanan yang akan anda masak dan akan anda konsumsi dengan menggunakan air bersih.

Pengobatan Penyakit Diare

Apabila anda atau keluarga anda menderita penyakit diabetes dan pencegahannya dapat anda lakukan dengan cara yang sudah kita bahan diatas, sedangkan pengobatannya dapat anda lakukan dengan menggunakan obat tradisional misalnya dengan menggunakan daun jambu biji yang masih muda.

Siapkan 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, Kunyit sebesar telur ayam, dan lempuyangan 9 gram. Cuci hingga bersih semua bahan yang sudah anda sediakan. Iris tipis-tipis dan rebus dalam 4 geas air bersih hingga mendidih dan tersisa 3 gelas. Saring ramuan dan dinginkan. Berikan pada penderita 4 kali dalam sehari hingga diare yang dialami membaik.

Penyakit Diare Dan Pencegahannya

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare dan Obatnya

Penyakit Diare dan Obatnya yang perlu anda ketahui untuk diare anak anda. Jangan heran bila bayi, balita, dan anak-anak kena diare. Mereka memang mudah terserang penyakit diare. Menghadapi hal ini sebaiknya orang tua sebaiknya bersikap tenang karena diare pada anak biasanya dapat sembuh sendiri. Yang harus dijaga adalah jangan sampai anak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).

Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dalam jumlah memadai, merupakan modal utama untuk mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit, dengan frekuensi sesering mungkin.

Diare dan Obatnya 

Cairan dehidrasi oral, yang bisa disebut oralit, merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan. Jika oralit tidak tersedia, sup atau air biasa lumayan efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.

Selain memberikan cairan, ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap diberikan agar anak tidak kekurangan gizi hingga pertumbuhannya terganggu. Sebaliknya, larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi jangan diberikan. Misalnya, teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah dalam kaleng yang manis.

Orang tua harus tau tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan atau dokter, jika kondisi anak tidak membaik dalam tiga hari atau buang air besar (BAB) cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sedikit, demam dan tinja anak berdarah.

Untuk penyakit diare dan obatnya, saat ini pasien sering diberi probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah untuk memperbanyak kuman baik sehingga dapat mempersingkat episode diare.

Pemberian obat diare pada anak sebaiknya memang jangan sembarangan karena dapat beresiko menimbulkan efek sampingyang cukup berbahaya. resiko tersebut dapat berupa mual, muntah, bahkan yang cukup berat timbul ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan.

Diare dan Obatnya  lainnya yang dapat anda berikan untuk anak anda adalah ramuan dari beras ketan yang dapat anda gunakan untuk menangani diare pada anak anda. Siapkan 100 gram beras ketan dan 1 ruas jari kunyit. Goreng tanpa minyak atau sangrai beras ketan yang sudah anda sediakan hingga hangus, lalu haluskan. Kemudian bakar kunyit hingga hangus dan masukkan dalam beras ketan yang sudah anda haluskan untuk dihaluskan semua. Ambil satu sendok makan beras ketan yang sudah anda haluska dan seduh dengan air panas. Dengan penggunaan 1 sendok makan ini dapat anda gunakan untuk 3 kali sehari.

Beri minum air putih untuk anak anda sebanyak mungkin untk menggantikan cairan tubuh anak anda yang hilang. Karena saat anak terserang diare semua cairan tubuh akan keluar bersama dengan kotoran yang ia keluarkan. Hal tersebut dapat mengakibatkan tubuh anak anda menjadi lemas dan lesu. Selain dengan menggunakan air putih, anda juga dapat memberikan larutan oralit untuk menghentikan diare anak anda.

Jangan berikan pada anak anda makanan yang berserat, sebab mengkonsumsi makanan yang lembek atau buah yang berserat justru akan membuat diare anak anda semakin parah. Apabila anak anda suka mengkonsumsi buah, anda dapat memberikan buah salak untuknya karena buah ini dapat membantu membuat tinja anak anda tidak cair atau encer lagi.

Diare dan obatnya yang dapat anda berikan untuk anak anda adalah dengan yogurt karena mengandung bakteri sehat yang mampu membantu anda untuk menyehatkan pencernaan anak anda. Namun, jangan berikan olahan dari susu lainnya selain yogurt ini karena akan memperburuk keadaan anak anda.

Gejala Penyakit Diare

Setiap penyakit yang diderita manusia pasti memiliki gejala diare dan obatnya yang berbeda-beda sehingga kita dapat mengetahui jenis penyakit yang menyerang tubuh dari gejalanya. Beberapa gejala penyakit diare yang sering terjadi pada penderita yaitu antara lain:

  • anak ering buang air besar dengan tinja yang dikeluarkan encer
  • anak akan mengalami dehidrasi karena terus-terusan buang air besar
  • merasa mual dan ingin muntah
  • mengalami demam
  • badan anak terlihat letih dan lesu
  • apabila anda sering perhatikan perut anak anda akan sering berbunyi
  • Nyeri pada punggung yang bisa diungkapkan oleh orang dewasa.

Penyebab Penyakit Diare

Setiap penyakit memiliki gejala yang berbeda dan tentunya dengan sebab yang berbeda pula. Penyebab penyakit diare berikut ini mungkin dapat membantu anda untuk melakukan pencegahan penyakit diare dan obatnya sudah anda siapkan untuk anak anda seperti :

  • Adanya infeksi dari virus dalam tubuh anak anda, bakteri dan parasit yang berasal dari makanan dan minuman yang dalam tubuh anak anda yang sudah tercemar atau kotor.
  • Seperti infeksi penyakit lain yang ada didalam tubuh anak anda dan mungkin sedang diderita oleh anak anda, seperti radang tenggorokan dan infeksi telinga.
  • Alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsinya.
  • Akibat dari terlalu banyak mengkonsumsi pemanis buatan yang biasanya terdapat pada jajanan yang sering anda berikan untuknya.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Dehidrasi Karena Diare

Dehidrasi Karena Diare adalah menjadi salah satu gejala yang patut untuk diwaspadai. Penyakit diare merupakan kasus yang banyak terjadi di masyarakat luas. Biasanya munculnya penyakit ini ditandai oleh frekuensi BAB lebih dari 3 kali sehari, dengan bentuk feses atau tinja yang cair. Tak heran jika kasus ini cukup tinggi di masyarakat akan kebersihan diri dan lingkungan masih terbatas.

Penyebab Penyakit Diare

Penyakit diare dapat disebabkan oleh berbagai macam hal yang ada disekitar lingkungan kita, beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab penyakit diare ini adalah sebagai berikut:

a. Virus

Pada umumnya penyebab penyakit Diare yaitu disebabkan oleh virus yang menyerang tubuh kita dan menginfeksi pada bagian usus yang akan menyebabkan tinja yang dikeluarkan menjadi encer.

b. Kelebihan Vitamin C

Kekurangan vitamin C berdampak buruh untuk tubuh. Manun kelebihan Vitamin C juga dapat menyebabkan penyakit diare, untuk itu kita harus mengetahui batasan-batasannya jika akan mengkonsumsi sesuatu. Salah satu contoh sumber vitamin C yang paling besar yaitu buah jeruk. Buah jeruk mengandung banyak vitamin C yang banyak. Jika memakan buah jeruk secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit Diare.

c. Alergi Obat-obatan

Gejala Dehidrasi Karena Diare lainnya juga dapat disebabkan karena obat-obatan yang dikonsumsi. Obat juga dapat menjadi menyebab penyakit Diare jika tubuh kita tidak dapat menyesuaikan diri dengan obat yang dikonsumsi.

d. Keracunan Makanan

Beberapa penyebab diatas adalah penyebab dehidrasi karena diare yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu penyebab lain yang dapat ditimbulkan dari lingkungan yang kurang bersih apa lagi pada daerah yang sering terkena banjir.

Pengobatan Penyakit Diare

Jika ada anggota keluarga mengalami diare, harus segera di hentikan. Penderita jangan sampai kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit, jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan fungsi ginjal sampai kematian.

Cairan mengandung elektrolit seperti oralit, harus segera diberikan dan disesuaikan dengan banyaknya cairan atau feses yang keluar. Jika kondisi dehidrasi cukup berat dan pasien tidak bisa minum karena mual dan muntah, ia perlu dirawat dirumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi.

Obat antidiare diberikan untuk menghentikan diare, sementara antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare. Tidak semua diare disebabkan oleh infeksi. Karenanya tidak semua diare membutuhkan antibiotika. Antibiotika bisa diberikan jika penderita disertai gejala penyakit infeksi lainnya seperti demam.

Obat-obatan lain kadang diperlukan untuk mengurangi gejala tambahan selain Dehidrasi Karena Diare. Misalnya, jika terjadi demam, kepada penderita dapat diberikan obat penurun panas. Jika terjadi mual dan muntah, dapat diberikan obat antimuntah. Jika mules, pasien dapat diberi obat anti kejang usus (antispasmodic).

Obat antidiare harus diberikan dengan bijaksana. Obat ini harus segera dihentikan, jika pasien tidak mencret lagi. Obat antidiare yang ada dipasaran antara lain bekerja sebagai adsorben/ protektan atau sering disebut sebagai  obat pengeras  feses, seperti antapulgin, pectin/kaolin, smectit,karkoal, ispagula husk dan kolesteramin.

Beberapa obat antidiare banyak digunakan dan bisa dibeli bebas. Jangan lupa perhatikan dosis dan aturan pakainya. Jika tidak ada perubahan atau diare makin berat, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapat obat yang tepat.

Gejala Diare

Beberapa gejala lain dari penyakit diare selain dehidrasi karena diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut adalah:

  • Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
  • Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari
  • Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi
  • Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
  • Badan lesu atau lemah
  • Panas atau demam
  • Nafsu makan menurun atau hilang
  • Darah dan lendir yang bercampur dalam kotoran

Salah satu gejala lainnya dari penyakit diare adalah gastroenteritis. Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan.

Cara Penanggulangan Dehidrasi Karena Diare

Beberapa cara penggulangan dehidrasi yang diakibatkan dari penyakit diare dan gejala lainnya antara lain :

  1. Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang. Anda dapat memberikan minuman ini perlahan-lahan hingga habis 1 gelas. Apabila pemberian dilakukan langsung akan menyebabkan penderita mual dan muntah yang akan membuat usaha anda sia-sia.
  2. Jaga hidrasi dengan menggunakan elektrolit yang seimbang untuk tubuh. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan jenis penyakit diare disentri sekalipun. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan terjadinya rasa tidak seimbangnya elektrolit yang berbahaya dan dapat berakibat fatal untuk penderita.
  3. Mencoba beri makan untuk penderita lebih sering dari biasanya tapi dengan porsi yang lebih sedikit dan frekuensi teratur. Jangan memberi makan atau minum terlalu cepat pada penderita terlalu cepat.
  4. Menjaga kebersihan dan isolasi : Kebersihan tubuh penderita merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit yang sedang diderita. Jadi anda harus selalu memperhatikan kebersihan dari penderita gejala dehidrasi karena diare untuk mencegah penularannya baik secara langsung maupun tak langsung.

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Diare

Pencegahan diare yang dapat dilakukan sebagai salah satu hal kecil untuk mengurangi penderita diare, seperti memberikan makanan dan minuman matang kepada anak-anak, tidak memakan makanan mentah, dan tambahan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Agar tubuh tidak terserang diare, menjaga kebersihan adalah salah satu kuncinya. Semua tindakan pencegahan penyakit diare dapat dengan mudah dilakukan oleh setiap anggota masyarakat, dari usia anak-anak hingga usia lanjut.
Untuk bayi, pencegahan diare dapat dilakukan dengan memberikan ASI dan memperbaiki mutu gizi maupun kebersihan makanan pendamping. Selain itu buanglahtinja bayi kedalam jamban, dan bersihkan sisa kotoran dengan antiseptik atau desinfektan.
Pemeriksaan laboatorium juga diperlukan untuk mengetahui adanya kuman, sehingga terapi dapat dilakukan dengan tepat.
Bila ternyata hasil feaces voll leucocyt positif, itu artinya diare kronis, sehingga penderita harus segera dirawat dirumah sakit. Jangan lupa meminum obat untuk membantu pemulihan kembalikonsistensi cairan penyebab diare.

Pencegahan Diare

Sediakan sarana sanitasi dasar yang sehat di lingkungan tempat tinggal anda, seperti air bersih dan jamban / WC yang representatif. Pembuatan jamban harus di lakukan sesuaikan dengan persyaratan sanitasi yang sudah ada. Misalnya, jarak antara jamban di rumah kita atau juga jamban milik tetangga dengan sumur atau sumber air paling sedikit harus berjarak 10 meter agar air tidak terkontaminasi dengan kuman yang ada di jamban tersebut. Dengan begitu, kita bisa menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari, entah untuk memasak, mandi, dan sebagainya.

Menurut Dinas Kesehatan tahun 2004, ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk pencegahan diare yaitu :

  1. Minumlah air yang direbus hingga mendidih dan makanan yang sudah dimasak hingga matang.
  2. Susuilah atau beri ASI anak anda selama mungkin, disamping makanan lainnya yang dapat diberikan sesuai dengan umur si kecil agar jika anak sudah besar sudah memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
  3. Bayi yang minum dengan susu botol akan lebih mudah untuk terserang penyakit diare dari pada bayi yang masih di susui oleh ibunya dan tetaplah memberikan ASI untuk anak anda walaupun anak sedang menderita diare.

pencegahan diare lainnya yang mungkin dapat anda lakukan adalah dengan cara mencuci tangan. Mencuci tangan yang anda lakukan tidak cukup dengan air saja tetapi menggunakan sabun antiseptik karena mencuci tangan dengan sabun akan mengurangi insiden terjadinya penyakit diare.

Penularan Penyakit Diare

Penularan penyakit diare ini dapat menyebar melalui jalur fekal-oral, penularannya dapat dicegah dengan menjaga higiene pribadi yang baik. Ini termasuk sering mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan khususnya selama mengolah makanan. Kotoran manusia harus diasingkan dari daerah pemukiman, dan hewan ternak harus terjaga dari kotoran manusia.

Karena makanan dan air yang sering memiliki kontak langsung dengan kita merupakan penularan yang utama dari penyakit diare. Hal ini harus diberikan perhatian khusus untuk memikirkan pencegahan diare yang harus anda lakukan. Minum air, air yang digunakan untuk membersihkan makanan, atau air yang digunakan untuk memasak harus disaring dan diklorinasi. Jika ada kecurigaan tentang keamanan air atau air yang tidak dimurnikan yang diambil dari danau atau air, harus direbus dahulu beberapa menit hingga mendidih sebelum dikonsumsi agar kuman yang ada di dalam air tidak ikut masuk ke dalam tubuh kita. Ketika berenang di danau atau sungai, harus diperingatkan untuk tidak menelan air.

Semua buah dan sayuran yang akan digunakan ada baiknya harus dibersihkan menyeluruh dengan menggunakan air yang bersih (air rebusan, saringan, atau olahan) sebelum dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh kita. Limbah manusia atau hewan yang tidak diolah tidak dapat digunakan sebagai pupuk pada buah-buahan dan sayuran. Semua daging dan makanan laut harus dimasak hingga benar-benar matang. Hanya produk susu yang dipasteurisasi dan jus yang boleh dikonsumsi.

Penanggulangan penyakit Diare

Penanggulangan yang mungkin akan dapat anda gunakan pula sebagai pencegahan diare seperti :

  1. Jaga hidrasi tubuh anda dengan menggunakan elektrolit yang seimbang yang merupakan cara yang paling sesuai untuk digunakan di kebanyakan kasus diare. Apabila anda sedang mengalami dehidrasi dan sudah mengkonsumsi air yang banyak sebagai usaha untuk menggantikan cairan tubuh anda yang hilang tanpa diimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan, makan akan mengakibatkan adanya ketidak seimbangan elektrolit yang sangat berbahaya. Dari beberapa kasus yang pernah ada bahkan dapat berakibat fatal karena keracunan air yang anda konsumsi sendiri.
  2. Lakukan terapi rehidrasi oral dengan cara meminum solusi untuk penderita penyakit diare dengan larutan gula garam. Cairan ini baik untuk penderita diare karena mampu diserap oleh tubuh anda.
  3. Mencoba makan lebih sering dari biasanya sewaktu anda masih sehat dengan porsi yang lebih sedikit dan dengan frekuensi makan yang teratur. Penderita penyakit diare tidak disarankan untuk makan atau minum yang terlalu cepat karena akan menyebabkan munculnya rasa mual bahkan hingga muntah.
  4. Berikan cairan intravenous yang mungkin akan dibutuhkan penderita sebagai pencegahan diare seperti dehidrasi yang kadang kala terutama pada anak-anak yang mungkin dapat mengancam jiwa.
  5. Kebersihan tubuh anda adalah salah satu kunci utama jika sedang terserang penyakit diare untuk membatasi terjadinya penularan diare dan menjadi cara pencegahan diare untuk orang lain yang ada disekitar anda.

Pencegahan Diare

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , | Leave a comment

Penanganan Diare

Jika terkena diare, penanganan diare yang harus dilakukan adalah minum banyak cairan, menghindari makanan padat atau yang tidak berperasa selama 1-2 hari, minum cairan dehidrasi oralit dan memeriksakan diri ke dokter. Jika oralit tidak ada buatlah larutan garam dan gula. Caranya masukkan dua sendok teh gula pasir dan sedikit garam dapur ke dalam satu gelas air.

Jika diare menyerang bayi, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk mencegah serangan diare, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mencuci tangan dengan baik setiap selesai buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan.
Usahakan agar tangan selalu dalam keadaan bersih, terutama sebelum dan sesudah makan. Makanan yang ada harus ditutup untuk mencegah kontaminasi dengan lalat, kecoa, dan tikus.

Pencegahan Diare

Secara tradisional, pengobatan diare bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman tertentu. Misalnya jambu biji, daun salam, dan lempuyang gajah. Beberapa zat aktif yang mampu menghentikan diare ditemukan didalamnya.
Diantaranya minyal atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif itu berperan sebagai antibakteri, absorbent (pengelat atau penetral racun), astringent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antipamolitik (kontraksi usus). Dari beberapa tanaman tersebut, jambu biji atau psidium guajava L, termasuk tanaman yang mudah ditemukan untuk dijadikan Penanganan Diare.
Selain buahnya sebagai sumber vitamin C yang paling tinggi, hampir semua bagian dari tanaman ini (terutama daun dan buah muda) dapat digunakan untuk mengobati menceret. Bahkan akarnya merupakan obat yang ampuh untuk disentri awal stadium dua.

Obat lain yang dapat anda gunakan untuk penanganan diare seperti :

Resep 1.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1 rimpang kunyit, 10 gram gambir, dan kapur sirih secukupnya.

Cara pembuatan ramuan : Cuci rimpang kunyit dan campurkan dengan gambir dan kapur sirih. Campurkan semua bahan menjadi satu dan di tumbuk hingga halus. Tambahkan sedikit air yang sudah masak, lalu peras ramuan dan ambil airnya untuk diminum. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari di pagi dan sore hari hingga penyakit diare anda membaik.

Resep 2.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 15 lembar daun salam, garam dapur secukupnya, dan 2 gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Cuci hingga bersih daun salam dan rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Biarkan rebusan tetap mendidih dan tunggu sekitar 15 menit, lalu angkat rebusan. Tambahkan sedikit garam dapur secukupnya, tunggu hingga dingin dan saring ramuan ini setelah dingin. Ramuan tang tadi anda buat hanya untuk sekali minum saja ya. Lakukan penanganan diare dengan obat ini hingga diare anda membaik.

Resep 3.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Bawang merah secukupnya, kunyit secukupnya, lempuyangan secukupnya, pucuk daun jambu biji secukupnya, garam secukupnya. dan 1 gelas air matang.

Cara pembuatan ramuan : setengan bagian dari bahan yang sudah disediakan dibakar dengan api sedangkan setengahnya lagi dibiarkan tetap mentah. Campurkan menjadi satu semua bahan yang dibakar dan yang mentah, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 gelas air matang ke dalam hasil tumbukan tadi. Peras dan saring airnya kemudian berikan pada penderita diare sebanyak dua kali sehari dan sebanyak 4 sendok makan setiap kali meminumnya. Ulangi pemberian ramuan ini beberapa kali untuk penanganan diare bagi penderita.

Apabila penyakit diare menyerang anak anda, dapat diberikan penanganan diare dengan cara tradisional dibawah ini :

Bahan-bahan yang dibutuhkan : bawang merah secukupnya dan minyak kelapa.

Cara pembuatan ramuan : Hancurkan bawang putih yang sudah anda sediakan. Tambahkan sedikit minyak kelapa ke dalam bawang merah dan oleskan pada perut di sikecil. Anda bisa melakukannya kembali apabila masih diperlukan. Ramuan ini baik dan dapat digunakan oleh si kecil dengan usia 2 bulan ke atas.

Ramuan ini bukanlah penanganan diare yang dapat sembuh dengan segera, namun setidaknya dapat digunakan untuk mengurangi diare yang dialami si kecil. Anda harus tetap memberikan ASI untuk anda anda dan bisa pula dengan menmberikan susu formula yang diencerkan. Jika anak anda berusia 6 bulan keatas, tetap berikan air putih untuknya agar si kecil tidak dehidrasi, atau dapat pula memberikan teh dengan tambahan sedikit madu cukup anda berikan beberapa sendok saja.

Pencegahan Penyakit Diare

Sebuah vaksin rotavirus di dunia medis memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare yang ada. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus yang juga dapat berfungsi untuk mencegah penularan diare.

Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh kita yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain baik di dalam rumah maupun di luar rumah, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan pada lembaga dan masyarakat tersebut untuk membiasakan mencuci tangan yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada penderita penyakit diare. Oleh karena itu, biasakan diri anda dan keluarga anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit yang ada di dalam air tidak masuk ke dalam tubuh. Segera buang tumpukan sampah agar tidak menggunung dan jadi sarang penyakit.

Penanganan Diare 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare

Gejala diare yang paling mencolok adalah tinja penderita yang encer. Jika bakteri penyebab penyakit diare masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut akan mengeluarkan racun dan tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah.
Namun sebagian besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak.
Proses tersebut membutuhkan waktu selama delapan jam. Kemudian penderita mengalami menceret. Sebenarnya menceret membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu lagi diberi obat untuk menghentikannya, karena bila virus atau bakteri tidak keluar, maka perut akan kembung karena kuman mengeluarkan gas.
Begitu kuman keluar dari dalam tubuh, maka menceret atau diare yang diderita akan berhenti dengan sendirinya. Yang terpenting yang harus kita perhatikan dari penderita penyakit diare ini adalah cairan yang masuk ke dalam tubuh penderita harus seimbang dengan cairan yang keluar dari tubuhnya juga.
Bila penderita mengalami dehidrasi ringan, anda cukup memberikan oralit atau larutan garam dan gula, namun bila penderita mengalami degidrasi berat diperlukan terapi cairan berupa infus.

Gejala Diare

Memang penyakit diare ini yang disertai muntah dapat membantu mengeluarkan racun atau toksin, tetapi nustrisi tubuh penderita menjadi terhambat untuk masuk ke dalam tubuh. Maka untuk memenuhi ini, kompensasi tubuh adalah memecah kembali glikogen yang tersimpan dalam otot menjadi glukosa yang dipakai sebagai kalori. Proses ini disebut glikolisis.
Dengan terjadinya glikolisis maka timbulah rasa mual dan akhirnya penderita akan muntah. Selama nutrisi belum masuk proses glikolisis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah akan semakin sering.
Begitu infus atau cairan yang mengandung gula masuk, proses glikolisis akan berhenti, mual dan muntah akan berkurang secara berangsur-angsur.

Penyebab Gejala Diare

Penyakit diare yang menyerang sebagian orang dari kita kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Seseorang yang memiliki pola hidup yang bersih, makanan tercukupi, dan air tersedia, biasanya bisa sembuh dari infeksi virus penyebab penyakit diare ini hanya dalam beberapa hari. Namun untuk seseorang yang sakit, tidak menerapkan pola hidup yang sehat, slebor/ceroboh atau kurang gizi, penyakit diare yang dideritanya bisa menyebabkan dehidrasi yang parah dan bahkan hingga mengancam jiwa.

Penyebab lain dari penyakit diare ini adalah karena faktor makanan yang kita makan, misalnya seperti makanan yang kita konsumsi mengandung asam dan pedas, makanan yang kotor dan terkena bakteri atau kuman yang ada disekitar letak makanan tersebut, dan dapat juga disebabkan dari tidak hancurnya makanan ketika kita sedang mengunyah makanan tersebut. Selain penyebab diatas, mengkonsumsi terlalu banyakvitamin C juga dapat menyebabkan diare. Apabila anda sedang terkena diare, jangan biarkan diare yang anda derita berlangsung berlarut-larut. Ada baiknya anda langsung mengatasinya dengan cara yang alami.

Pengobatan Gejala Diare

Untuk pengobatan diare yang anda derita, anda dapat menggunakan cara yang alami seperti di bawah ini beberapa cara alami untuk mengatasi penyakit diare :

  • Dehidrasi ringan menggantikan defisit. Rehidrasi pada dehidrasi yang ringan dan sedang yang dialami oleh penderita penyakit diare ini anda dapat melakukan dengan pemberian oralit yang sudah sesuai dengan defisit yang terjadi pada diri anda.
  • Penanganan diare akut yang ditujukan untuk mencegah atau menanggulangi intoleransi yang ada, mengobati kuasa diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi terjadinya gangguan gizi serta untuk mengobati penyakit penyerta yang ada di dalam tubuh anda.
  • Berikan oralit untuk mengobati Gejala Diare yang berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang pada tubuh penderita. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah siapkan satu gelas oralit dan minum oralit tersebut sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Lakukan cara seperti ini terus menerus sampai satu gelas oralit yang sudah anda siapkan itu habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar yang akan menjadikan usaha anda menjadi sia-sia.

Pengobatan gejala diare ini juga dapat anda lakukan dengan obat yang tradisional seperti :

  • Akar Bunga Teratai Obat Diare

Cara pengobatan dengan bunga ini adalah : Sediakan 50 gram rimpang teratai dan 10 gram jahe. Cuci bersih kedua bahan yang sudah disediakan lalu diparut dan diambil airnya atau sarinya. Minum ramuan tersebut tiga kali sehari setiap pagi, siang dan sore untuk membantu anda mengurangi gejala dari penyakit diare yang timbul pada diri anda.

  • Bunga Teratai untuk Obat Disentri

Cara pengobatan disentri dengan bunga teratai ini adalah dengan mengambil 50 gram rimpang teratai dan 10 gram jahe. Cuci hingga bersih kedua bahan, kemudian diparut atau di buat juice. Tambahkan 100 cc air lalu direbus sampai mendidih. Angkat ramuan dan dinginkan. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu dan diminum sekaligus.

  • Akar Jeruk Nipis

Biasanya yang dijadikan sebagai obat adalah buah jeruk nipis. Namun ternyata bahan untuk ramuan yang akan digunakan untuk mengobati gejala diare ini adalah akar dari jeruk nipis tersebut yang juga memiliki khasiat sebagai obat. Siapkan 4 potong akar jeruk nipis cuci hingga bersih akar tersebut dan rebus akar jeruk nipis dalam 6 gelas air hingga mendidih dan tersisa 4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring lalu diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

Gejala Diare

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment