Penyakit Diare

Diare atau diarrhea adalah sebuah penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau fases yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Diare bisa disebabkan karena gijal dari luka, penyakit alergi terhadap gula fruktosa atau laktosa, memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan secara berlebihan , kelebihan vitamin C, atau karena infeksi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Vibrio cholera.

Gejala diare :
1. Sakit perut
2. Seringkali mual dan muntah
3. Buang air besar terus menerus
4. Nafsu makan berkurang
5. Demam tinggi
6. Terkadang ada darah dalam tinja atau feses
7. Gejala lainnya dapat timbul seperti pegal pada punggung, dan perut berbunyi.

Diare dapat diatasi dengan mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupiuntuk menggantikan yang hilang, lebih baik dicampur dengan garam dan gula, bisa juga minum oralit, atau minum obat pencegah diare .

Banyak cara untuk mencegah datangnya penyakit diare ini, diantaranya adalah :
1. Menjaga kebersihan ingkungan terutama air
2. Jangan makan sembarangan apalagi makanan yang tercemar bakteri yang bisa menyebabkan diare
3. Hindari makan makanan yang terlalu pedas dan asam.
4. Menjaga kondisi rubuh dengan olahraga dan minum air 8-12 kali sehari.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare

PENYAKIT DIARE

Gejala Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit diare, Penyebab Diare seperti misalnya karena keracunan makanan,mengonsumsi jamur tertentu, salah minum obat stres/ emosi, minum alkohol, infeksi bakteri, dan sakit perut.

Bila diare tidak bertambah parah dan penderita masih dapat minum, maka cairan tubuh hilang dapat tergantikan.Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan gejala dehidrasi pun terjadi. Bila ini yang terjadi, maka penderita harap segera dibawa ke rumah sakit.

Penyakit Diare Pada Orang Dewasa

Gejala Penyakit Diare Pada Orang Dewasa:

  1. Sering buang air besar dalam bentuk cairan berwarna terang dan kehijauan
  2. Kram pada perut
  3. Kelelahan karena banyak kehilangan potasium (kalium)
  4. Kehausan karena banyak cairan yang hilang
  5. Ada bercak darah saat buang air

Penanganan Penyakit Diare:

  1. Berikan banyak air minum untuk mengganti cairan dan zat kimia tubuh yang hilang. Minum cairan setiap 2 jam sekali sebanyak kurang lebih 2 ons.
  2. Bila diare berlangsung lama, misalnya 1-2 hari dan bila kencing berkurang jumlah dan frekuensinya maka bawa segera penderita ke rumah sakit karena ada kemungkinan ia terkena dehidrasi.
  3. Hindari makanan padat.

PERINGATAN TERHADAP PENYAKIT DIARE

Bila gejala berlanjut dan buang air besar berubah warna menjadi lebih gelap (Hitam), juga perut sering terasa melilit (Kram), bawa segera penderita ke unit gawat darurat rumah sakit.

DIARE PADA BAYI DAN ANAK-ANAK

Gejala Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare penyebab umum Diare Pada Anak-Anak adalah karena adanya infeksi dalam tubuh, salah mengonsumsi makanan (makanan kadaluwarsa), alergi terhadap jenis makanan tertentu dan keracunan.

Bila diare tidak terlalu parah dan anak masih mau minum banyak air, tubuhnya tidak akan banyak kehilangan cairan. Namun bila anak tidak mau minum dan sering muntah, penggantian cairan mutlak diperlukan karena bila tidak ia akan terkena dehidrasi, bawa segera ke rumah sakit jika diperlukan.

Gejala Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare :

  1. Frekuensi buang air bertambah
  2. Buang air besar berbentuk cairan
  3. Kotoran berbau atau tidak berbau.

Penanganan Penyakit Diare 

  1. Beri penderita minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, paling tidak setiap 2 jam sekali sebanyak 2 ons.
  2. Hindari makanan padat.

Peringatan Penyakit Diare dan Penanganan Penyakit Diare :

Gejala dan Penanganan Penyakit Diare pada anak dan bayi dapat berubah menjadi dehidrasi yang bisa menjadi masalah serius. Bila terlihat tanda-tanda bahaya seperti dibawah ini, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.

  1. Buang air besar cair (mencret) setiap 4-6 jam sekali
  2. Demam
  3. Mulut kering
  4. Kencing berkurang (frekuensi dan volumenya)
  5. Mengantuk, lemas, menangis lirih
  6. Mata cekung
  7. Muntah-muntah
  8. Ada bercak darah dalam tinja
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , | Leave a comment

Epidemiologi Penyakit Diare

Penyakit yang berkaitan dengan syaraf juga bisa menyebaban diare kronik. Pada penderita diabetes melitus yang telah menunjukkan komplikasi neuropati (kelainan saraf) juga menyebakan kontrol otonom syaraf-syaraf  di saluran cerna terganggu dan ini  dapat menyebabkan terjadinya diare, disebut dengan enteropati diareal.

Terapi penyakit diare

Penatalaksanaan diare dibagi menjadi 2 bagian yaitu berdasarkan gejala dan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Gejala penyakit diare

Priorits utama dalam terapi gejal diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi yaitu mengimbangi cairan yang keluar dengan pemberian cairan minum mengandung elektrolit yang cukup.  Cairan yang digunakan bisa oralit (cairan peroral mengandung elektrolit), larutan gula garam atau cairan lain.

Penderita penyakit diare dianjurkan untuk  banyak memiun air hangat, karena selain dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, air hangat dapat meninggalkan penyerapan cairan pada pembuluh darah.

Gejala-gejala lain seperti nyeri perut, mual, muntah, bila perlu dapat diberika obat yang sesuai. Bila diare tidak teratasi setelah 3 hari, pasien tidak mau/tidak bisa makan dan minum atau terdapat tanda-tanda bahaya (penurunan kesadaran, sesak napas, syok dll) maka pasien sebaiknya segera di bawa ke dokter atau rawat inap di rumah sakit. 

Mengenal makanan yang bisa dimakan pasien saat diare, disarankan untuk memakan-makanan lunak yang tidak merangsang. Makanan juga harus cukup kandungan nutrisinya agar dapat menggantikan nutrisi yang hilang akibat diare. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang perlu mendapat perhatian, misalnya untuk pasien penyakit diare yang disebabkan oleh penyakit thypoid, disarankan untuk tidak memakan-makanan yang mengandung tinggi serat. Pada fase akut, pasien yang dicurigai keracunan makanan, jika makanan yang hendak dimakan dicurigai menjadi penyebab penyakit diare tersebut, maka makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan. Jika diduga terjadi perlukaan di saluran cerna, mungkin usus dapat diistirahatkan untuk jangka waktu tertentu, asupan nutrisi penderit penyakit diare dapat diberikan melalui cairan infus, hal ini tentunya dilakukan di RS atas pengawasan dokter.

Penyebab penyakit diare

Dokter akan menilai penyebab dari penyait diare yang diderita dan akan menentukan terapi causative (terapi paasti sesuai penyebab) apa yang harus diberikan kepada pasien. Misal pada penyakit diare yang disebabkan kuman atau bakteri, maka dokter akan meresepkan antoibiotik yang mampu membunuh kuman-kuman tersebut. Jika penyebabnya adalah penyakit sistemik seperti diabetes maka penyakit diabetes juga perlu diobati. Jika penyebabnya kanker usus besar, maka terapi kanker usus besar mesti dilakukan.

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya

Salah satu kelainan buang air besar yang sering terjadi adalah Diare (diarrhoe). Masyarakat sering menyebutnya mencret. Hampir setiap kita mungkin pernah menderita diare, bahkan ada sekali yang gampang seklai terkena.  Seringkali diare bersifat dapat sembuh dengan sendiri tanpa diobati, tak heran bila diare sering kali disepelekan. Padahal bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat diare dapat mengancam jiwa.

Tanda dari penyakit diare

Menurut Dr. H. Syafruddin AR Lelosutan, SpPD-KGEH, MARS, FINASIM dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Subroto, diare adalah keadaan buang air besar (BAB) yang encer atau lembek (semisolid) dengan frekuensi berlebihan dari kebiasaan normal sehari-hari (lebih dari 3 kali sehari).

Diare dapat bercampur dengan darah, lendir maupun jaringan di saluran cerna. Diare dapat menimbulkan bau yang macam-macam, seperti bau ami, bau busuk, bau seperti daging terbakar, bau makanan basi, dan lain-lain. Diare juga ditandai dengan nyeri perut, mual, muntah, mulas, demam dan tanda-tanda dehidrasi (kram perut, mata cekung, bibir kering, kulit keriput, sembelit dsb.

Diare dapat menyebabkan bahaya serius bila tidak ditanggulangi dengan tepat. Kekurangan cairan yang tidak ditangani misalnya dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti syok, penurunan kesadaran, sepsis (infeksi berat), gangguan elektrolit, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

Diare akut vs Diare Kronik

Berdasarkan lama kejadian diare, dapat dibedakan atas diare akut dan diare kronik. Bila diare terjadi kurang dari dua minggu dapat dikategorikan diare akut sedangkan bila lebih dari 2 mingg maka dikategorikan diare kronik.

Diare Akut

Diare akut dapat disebabkan karena infeksi, karacunan, alergi, reaksi obat-obatan dan juga faktor psikis. Namu penyebab tersering diare akut di negara kita adalah faktor infeksi. Banyak sekali mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare akut ini, seperti jenis virus, bakteri, protozoa, sampai cacing (helminthes). Pada anak-anak diare paling sering disebabkan oleh virus 70-80%.

Diare Kronik

Diare kronik umumnya didasari oleh penyakit-penyakit non efektif pada saluran cerna seperti penyakit kolon inflamatorik, IBS (irritable bowel syndrome), pancreatitis, kanker usus besar. Diare kronik juga bisa ditemukan pada penderita penyakit sistemik tertentu, seperti pada pasien HIV/AIDS., tirotoksikosis, malabsorpsi, dan pada penderia diabetes melitus (DM).

Pada Inflamatory Bowel Disease (IBD) di dalam feses dapat ditemukan darah, serta dapat ditemukan juga gejala-gejala lain seperti radang sendi, radang uvea (pada mata) serta kelainan kulit. Diare umumnya terjadi karena adanya kerusakan absorbsi permukaan dinding usus. Pada Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare umumnya disebabkan oleh perubahan motilias (gerakan) intestinal. Diare ini biasa disertai juga dengan susah BAB, nyeri perut, dan rasa tidak sempurna setelah BAB. Sebagian besar diare terjadi karena kurang memperhatikan kebersihan, sehingga makanan atau minuman yang kita makan terkontaminasi kuman. Untuk mencegah diare, terutama diare akut , sebaiknya mngonsumsi makanan yang berkualitas baik dan terjaga kebersihan dalam proses pembuatannya.

Berikut beberapa tips lain untuk mengatasi penyakit diare, diantaranya adalah

1. Mencuci tangan dengan segera, setelah memegang sesuatu yang kotor, misalnya sehabis memegang kotoran bayi/anak.

2. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan

3. Memasak air hingga mendidih

4. Memasak makanan hingga matang

5. Menutup makanan dengan tudung saji

6. Menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit sistemik dan penyebab penyakit diare.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan Diare

Penyakit diare bisa menular dengan adanya kontak dengan feses yang terinfeksi secara langsung. Berikut penjelasannya :

  1. Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
  2. Bermain dengan mainan yang terkontaminasu apalahi pada bayi sering memasukkan tangan atau mainan atau apapun ke dalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan di permukaan udara sampai beberapa hari.
  3. Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  4. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  5. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan feses anak yang terinfensi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Agar tidak terjadi atau menjadi penyakit yang parah , diare harus kita cegah. sebab jika tidak, bukan hanya menyerang kita tetapi juga akan menjadi satu-satunya penyebab terhadap kematian. Diare mudah dicegah. Beberapa cara atau bentuk pencegahan penyakit ini antara lain dengan mencuci tangan, memakai sabun dengan benar pada 5 waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, dan sebelum menyiapkan makanan. Dsamping itu, kita harus meminum air minum sehat atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klonirasi.

Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga seperti lalat, kecoak, kutu, lipas, dan lain-lain menjadi salah satu cara lain dalam pencegahan penyakit diare. Selain itu, kita harus membuang air besra dan air kecil pada tempatnya dan sebaliknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

Berikut ini ada beberapa saran penting yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya diare pada bayi yaitu :

  1. Terus memberikan ASI kepada bayi selama 4 bulan pertama. Dengan ASI, tubuh bayi akan membentuk antibodi untuk memperbaiki saluran pencernaannya dan menahan laju diare.
  2. Jika kita mulai memberikan mekanan baru atau makanan padat kepada bayi, mulailah dengan sedikit demi sedikit dan melumatkan terlebih dahulu makanan tersebut. Ini dimaksudkan untuk memberikan waktu adaptasi bagi perut si bayi untuk mencerna makanan.
  3. Jagalah agar kondisi bayi selalu bersih dan berada ditempat yang sehat.
  4. Mencegah agar anak tidak memasukkan barang-barang kotor ke dalam mulutnya.
  5. Jangan memberikan obat-obatan penyakit diare yang tidak diperlukan bayi.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare Dan Pencegahannya

Diare adalah suat penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dan feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Dalam diare ini buang air besar sampai terjadi 3 kali lenih dalam 1 hari dan biasanya berlangsung selama 2 hari atau lebih, Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

Diare ini bisa dikatakan terjadi ialah jika seseorang mengeluarkan feses dalam bentuk yang encer. Jika kotoran tersebut mengandung lendir dan darah, penderita telah mengalami fase yang disebut disentri. Diare dapat terjadi dalam kadar yang ringan maupun yang berat. Diare biasanya terjadi secara mendadak, bersifat akut, dan berlangsung dalam waktu lama. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kadang diperlukan pengobatan khusus.

Penyakit diare masih sering menimbulkan kejadian luar biasa, seperti halnya kolera  dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Namun, dengan pengobatan yang tepat, cepat dan bermutu, maka kematian dapat ditekan seminimal mungkin.

 

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare dan Obatnya

Jangan heran bila bayi, balita, dan anak-anak kena diare. Mereka memang mudah terserang diare. Menghadapi hal ini sebaiknya orang tua sebaiknya bersikap tenang karena diare pada anak biasanya dapat sembuh sendiri. Yang harus dijaga adalah jangan sampai anak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).

Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dalam jumlah memadai, merupakan modal utama untuk mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit, dengan frekuensi sesering mungkin.

Cairan dehidrasi oral, yang bisa disebut oralit, merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan. Jika oralit tidak tersedia, sup atau air biasa lumayan efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.

Selain memberikan cairan, ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap diberikan agar anak tidak kekurangan gizi hingga pertumbuhannya terganggu. Sebaliknya, larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi jangan diberikan. Misalnya, teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah dalam kaleng yang manis.

Orang tua harus tau tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan atau dokter, jika kondisi anak tidak membaik dalam tiga hari atau buang air besar (BAB) cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sedikit, demam dan tinja anak berdarah.

Untuk mengatasi diare, saat ini pasien sering diberi probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah untuk memperbanyak kuman baik sehingga dapat mempersingkat episode diare.

Pemberian obat diare pada anak sebaiknya memang jangan sembarangan karena dapat beresiko menimbulkan efek sampingyang cukup berbahaya. resiko tersebut dapat berupa mual, muntah, bahkan yang cukup berat timbul ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Dehidrasi Karena Diare

Diare merupakan kasus yang banyak terjadi di masyarakat. Biasanya ditandai oleh frekuensi BAB lebih dari 3 kali sehari, dengan bentuk feses atau tinja yang cair. Tak heran jika kasus ini cukup tinggi di masyarakat akan kebersihan diri dan lingkungan masih terbatas.

Jika ada anggota keluarga mengalami diare, harus segera di hentikan. Penderita jangan sampai kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit, jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan fungsi ginjal sampai kematian.

Cairan mengandung elektrolit seperti oralit, harus segera diberikan dan disesuaikan dengan banyaknya cairan atau feses yang keluar. Jika kondisi dehidrasi cukup berat dan pasien tidak bisa minum karena mual dan muntah, ia perlu dirawat dirumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi.

Obat antidiare diberikan untuk menghentikan diare, sementara antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare. Tidak semua diare disebabkan oleh infeksi. Karenanya tidak semua diare membutuhkan antibiotika. Antibiotika bisa diberikan jika penderita disertai gejala penyakit infeksi lainnya seperti demam.

Obat-obatan lain kadang diperlukan untuk mengurangi gejala tambahan. Misalnya, jika terjadi demam, kepada penderita dapat diberikan obat penurun panas. Jika terjadi mual dan muntah, dapat diberikan obat antimuntah. Jika mules, pasien dapat diberi obat anti kejang usus (antispasmodic).

Obat antidiare harus diberikan dengan bijaksana. Obat ini harus segera dihentikan, jika pasien tidak mencret lagi. Obat antidiare yang ada dipasaran antara lain bekerja sebagai adsorben/ protektan atau sering disebut sebagai  obat pengeras  feses, seperti antapulgin, pectin/kaolin, smectit,karkoal, ispagula husk dan kolesteramin.

Beberapa obat antidiare banyak digunakan dan bisa dibeli bebas. Jangan lupa perhatikan dosis dan aturan pakainya. Jika tidak ada perubahan atau diare makin berat, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapat obat yang tepat.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Diare

Hal-hal kecil tapi preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diare, seperti memberikan makanan dan minuman matang kepada anak-anak, tidak memakan makanan mentah, dan tambahan vitaminuntuk menjaga kondisi tubuh. Agar tubuh tidak terserang diare, menjaga kebersihan adalah salah satu kuncinya. Semua tindakan pencegahan diare dapat dengan mudah dilakukan oleh setiap anggota masyarakat, dari usia anak-anak hingga usia lanjut.
Untuk bayi, pencegahan diare dapat dilakukan dengan memberikan ASI dan memperbaiki mutu gizi maupun kebersihan makanan pendamping. Selain itu buanglahtinja bayi kedalam jamban, dan bersihkan sisa kotoran dengan antiseptik atau desinfektan.
Pemeriksaan laboatorium juga diperlukan untuk mengetahui adanya kuman, sehingga terapi dapat dilakukan dengan tepat.
Bila ternyata hasil feaces voll leucocyt positif, itu artinya diare kronis, sehingga penderita harus segera dirawat dirumah sakit. Jangan lupa meminum obat untuk membantu pemulihan kembalikonsistensi cairan penyebab diare.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Penanganan Diare

Jika terkena diare, yang harus dilakukan adalah minum banyak cairan, menghindari makanan padat atau yang tidak berperasa selama 1-2 hari, minum cairan dehidrasi oralit dan memeriksakan diri ke dokter. Jika oralit tidak ada buatlah larutan garam dan gula. Caranya masukkan dua sendok teh gula pasir dan sedikit garam dapur ke dalam satu gelas air.
Jika diare menyerang bayi, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk mencegah serangan diare, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mencuci tangan dengan baik setiap selesai buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan.
Usahakan agar tangan selalu dalam keadaan bersih, terutama sebelum dan sesudah makan. Makanan yang ada harus ditutup untuk mencegah kontaminasi dengan lalat, kecoa, dan tikus.

Secara tradisional, pengobatan diare bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman tertentu. Misalnya jambu biji, daun salam, dan lempuyang gajah. Beberapa zat aktif yang mampu menghentikan diare ditemukan didalamnya.
Diantaranya minyal atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif itu berperan sebagai antibakteri, absorbent (pengelat atau penetral racun), astringent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antipamolitik (kontraksi usus). Dari beberapa tanaman tersebut, jambu biji atau psidium guajava L, termasuk tanaman yang mudah ditemukan.
Selain buahnya sebagai sumber vitamin C yang paling tinggi, hampir semua bagian dari tanaman ini (terutama daun dan buah muda) dapat digunakan untuk mengobati menceret. Bahkan akarnya merupakan obat yang ampuh untuk disentri awal stadium dua.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare

Jika bakteri diare masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut akan mengeluarkan rcun dan tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah.
Namun sebagian besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak.
Proses tersebut membutuhkan waktu selama delapan jam. Kemudian penderita mengalami menceret. Sebenarnya menceret membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu lagi diberi obat untuk menghentikannya, karena bila virus atau bakteri tidak keluar, maka perut akan kembung karena kuman mengeluarkan gas.
Begitu kuman keluar, menceret akan berhenti. Yang terpenting adalah cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar.
Bila penderita mengalami dehidrasi ringan, anda cukup memberikan oralit atau larutan garam dan gula, namun bila penderita mengalami degidrasi berat diperlukan terapi cairan berupa infus.

Memang diare yang disertai muntah dapat membantu mengeluarkan racun atau toksin, tetapi nustrisi menjadi terhambat masuk ke dalam tubuh. Maka untuk memenuhi ini, kompensasi tubuh adalah memecah kembali glikogen yang tersimpan dalam otot menjadi glukosa yang dipakai sebagai kalori. Proses ini disebut glikolisis.
Dengan terjadinya glikolisis maka timbulah rasa mual, akhirnya muntah. Selama nutrisi belum masuk proses glikolisis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah akan semakin sering.
Begitu infus atau cairan yang mengandung gula masuk, proses glikolisis akan berhenti, mual dan muntah akan berkurang secara berangsur-angsur.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment