Epidemiologi Penyakit Diare

Epidemiologi Penyakit Diare termasuk penyakit yang berkaitan dengan syaraf juga bisa menyebaban diare kronik. Pada penderita diabetes melitus yang telah menunjukkan komplikasi neuropati (kelainan saraf) juga menyebakan kontrol otonom syaraf-syaraf  di saluran cerna terganggu dan ini  dapat menyebabkan terjadinya diare, disebut dengan enteropati diareal.

Terapi Epidemiologi Penyakit Diare

Penatalaksanaan diare dibagi menjadi 2 bagian yaitu berdasarkan gejala dan berdasarkan penyebab yang mendasar dari Epidemiologi Penyakit Diare. Kejadian diare di negara berkembang antara 3,5- 7 episode yamg menyerang setiap anak pertahun dalam dua tahun pertama dan 2-5 episode pertahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. Penyakit diare ini masih merupakan salah satu penyebab dari kematian utama bayi dan balita yang ada di Indonesia.

Gejala Epidemiologi Penyakit Diare

Priorits utama dalam terapi gejal diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi yaitu mengimbangi cairan yang keluar dengan pemberian cairan minum mengandung elektrolit yang cukup.  Cairan yang digunakan bisa oralit (cairan peroral mengandung elektrolit), larutan gula garam atau cairan lain.

Penderita penyakit diare dianjurkan untuk  banyak memiun air hangat, karena selain dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, air hangat dapat meninggalkan penyerapan cairan pada pembuluh darah.

Gejala-gejala lain seperti nyeri perut, mual, muntah, bila perlu dapat diberika obat yang sesuai. Bila diare tidak teratasi setelah 3 hari, pasien tidak mau/tidak bisa makan dan minum atau terdapat tanda-tanda bahaya (penurunan kesadaran, sesak napas, syok dll) maka pasien sebaiknya segera di bawa ke dokter atau rawat inap di rumah sakit. 

Mengenal makanan yang bisa dimakan pasien saat diare, disarankan untuk memakan-makanan lunak yang tidak merangsang. Makanan juga harus cukup kandungan nutrisinya agar dapat menggantikan nutrisi yang hilang akibat diare. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang perlu mendapat perhatian, misalnya untuk pasien penyakit diare yang disebabkan oleh penyakit thypoid, disarankan untuk tidak memakan-makanan yang mengandung tinggi serat. Pada fase akut, pasien yang dicurigai keracunan makanan, jika makanan yang hendak dimakan dicurigai menjadi penyebab penyakit diare tersebut, maka makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan. Jika diduga terjadi perlukaan di saluran cerna, mungkin usus dapat diistirahatkan untuk jangka waktu tertentu, asupan nutrisi penderit penyakit diare dapat diberikan melalui cairan infus, hal ini tentunya dilakukan di RS atas pengawasan dokter.

Penyebab Epidemiologi Penyakit Diare

Dokter akan menilai penyebab dari penyait diare yang diderita dan akan menentukan terapi causative (terapi paasti sesuai penyebab) apa yang harus diberikan kepada pasien. Misal pada penyakit diare yang disebabkan kuman atau bakteri, maka dokter akan meresepkan antoibiotik yang mampu membunuh kuman-kuman tersebut. Jika penyebabnya adalah penyakit sistemik seperti diabetes maka penyakit diabetes juga perlu diobati. Jika penyebabnya kanker usus besar, maka terapi kanker usus besar mesti dilakukan.

Kuman penyebab diare ini biasanya akan menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dari kita juga dapat menyebabkan penyebaran kuman enteric dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit diare. Perilaku tersebut antara lain seperti : tidak memberi ASI secara penuh kepada anak selama 4-6 bulan pada pertama kehidupan. Pada bayi yang tidak diberi ASI resiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh, dan kemungkinan menderita dehidrasi akan jauh berat lebih besar terjadi pada anak yang tidak diberikan ASI dibanding anak yang diberikan ASI.

Penyebab lain dari epidemiologi penyakit diare ini adalah :

  • Menggunakan botol susu untuk anak, penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman karena botol susah untuk dibersihkan.
  • Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Apabila makanan yang anda masak disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercemar dan kuman yang ada di dalam kamar tersebut akan berkembang biak.
  • Menggunakan air yang tercemar. Air mungkin salah satu jenis yang sangat mudah untuk tercemar. Penggunaan air yang sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan dirumah. Pencemaran air yang terjadi di rumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan yang tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.
  • Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebulum makan anak. Ajarkan pada anak anda untuk selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun agar tidak mudah terserang diare.
  • Tidak membuang tinja (termasuk tinja bayi ) dengan benar. Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya, padahal sesungguhnya hal yang anda fikir tidak berbahaya justru akan berbahaya dan mengundang virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang dapat pula menyebabkan infeksi yang dialami pada manusia.

Pengobatan Epidemiologi Penyakit Diare

Untuk pengobatan anda dapat menggunakan daun kayu putih untuk dikonsumsi anak anda untuk obat diare. Siapkan 10 gram daun kayu putih  yang sudah kering dan air bersih sebanyak 2 gelas. Rebus daun kayu putih dalam 2 gelas air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya berkurang hingga setengahnya. Angkat dan dinginkan airnya. Setelah itu anda langsung dapat memberikan untuk anak anda. Lakukan pengobatan ini hingga penyakit diare anak anda membaik.

Epidemiologi Penyakit Diare

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Diare and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>