Penanganan Diare

Jika terkena diare, penanganan diare yang harus dilakukan adalah minum banyak cairan, menghindari makanan padat atau yang tidak berperasa selama 1-2 hari, minum cairan dehidrasi oralit dan memeriksakan diri ke dokter. Jika oralit tidak ada buatlah larutan garam dan gula. Caranya masukkan dua sendok teh gula pasir dan sedikit garam dapur ke dalam satu gelas air.

Jika diare menyerang bayi, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk mencegah serangan diare, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mencuci tangan dengan baik setiap selesai buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan.
Usahakan agar tangan selalu dalam keadaan bersih, terutama sebelum dan sesudah makan. Makanan yang ada harus ditutup untuk mencegah kontaminasi dengan lalat, kecoa, dan tikus.

Pencegahan Diare

Secara tradisional, pengobatan diare bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman tertentu. Misalnya jambu biji, daun salam, dan lempuyang gajah. Beberapa zat aktif yang mampu menghentikan diare ditemukan didalamnya.
Diantaranya minyal atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif itu berperan sebagai antibakteri, absorbent (pengelat atau penetral racun), astringent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antipamolitik (kontraksi usus). Dari beberapa tanaman tersebut, jambu biji atau psidium guajava L, termasuk tanaman yang mudah ditemukan untuk dijadikan Penanganan Diare.
Selain buahnya sebagai sumber vitamin C yang paling tinggi, hampir semua bagian dari tanaman ini (terutama daun dan buah muda) dapat digunakan untuk mengobati menceret. Bahkan akarnya merupakan obat yang ampuh untuk disentri awal stadium dua.

Obat lain yang dapat anda gunakan untuk penanganan diare seperti :

Resep 1.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1 rimpang kunyit, 10 gram gambir, dan kapur sirih secukupnya.

Cara pembuatan ramuan : Cuci rimpang kunyit dan campurkan dengan gambir dan kapur sirih. Campurkan semua bahan menjadi satu dan di tumbuk hingga halus. Tambahkan sedikit air yang sudah masak, lalu peras ramuan dan ambil airnya untuk diminum. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari di pagi dan sore hari hingga penyakit diare anda membaik.

Resep 2.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 15 lembar daun salam, garam dapur secukupnya, dan 2 gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Cuci hingga bersih daun salam dan rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Biarkan rebusan tetap mendidih dan tunggu sekitar 15 menit, lalu angkat rebusan. Tambahkan sedikit garam dapur secukupnya, tunggu hingga dingin dan saring ramuan ini setelah dingin. Ramuan tang tadi anda buat hanya untuk sekali minum saja ya. Lakukan penanganan diare dengan obat ini hingga diare anda membaik.

Resep 3.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Bawang merah secukupnya, kunyit secukupnya, lempuyangan secukupnya, pucuk daun jambu biji secukupnya, garam secukupnya. dan 1 gelas air matang.

Cara pembuatan ramuan : setengan bagian dari bahan yang sudah disediakan dibakar dengan api sedangkan setengahnya lagi dibiarkan tetap mentah. Campurkan menjadi satu semua bahan yang dibakar dan yang mentah, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 gelas air matang ke dalam hasil tumbukan tadi. Peras dan saring airnya kemudian berikan pada penderita diare sebanyak dua kali sehari dan sebanyak 4 sendok makan setiap kali meminumnya. Ulangi pemberian ramuan ini beberapa kali untuk penanganan diare bagi penderita.

Apabila penyakit diare menyerang anak anda, dapat diberikan penanganan diare dengan cara tradisional dibawah ini :

Bahan-bahan yang dibutuhkan : bawang merah secukupnya dan minyak kelapa.

Cara pembuatan ramuan : Hancurkan bawang putih yang sudah anda sediakan. Tambahkan sedikit minyak kelapa ke dalam bawang merah dan oleskan pada perut di sikecil. Anda bisa melakukannya kembali apabila masih diperlukan. Ramuan ini baik dan dapat digunakan oleh si kecil dengan usia 2 bulan ke atas.

Ramuan ini bukanlah penanganan diare yang dapat sembuh dengan segera, namun setidaknya dapat digunakan untuk mengurangi diare yang dialami si kecil. Anda harus tetap memberikan ASI untuk anda anda dan bisa pula dengan menmberikan susu formula yang diencerkan. Jika anak anda berusia 6 bulan keatas, tetap berikan air putih untuknya agar si kecil tidak dehidrasi, atau dapat pula memberikan teh dengan tambahan sedikit madu cukup anda berikan beberapa sendok saja.

Pencegahan Penyakit Diare

Sebuah vaksin rotavirus di dunia medis memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare yang ada. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus yang juga dapat berfungsi untuk mencegah penularan diare.

Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh kita yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain baik di dalam rumah maupun di luar rumah, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan pada lembaga dan masyarakat tersebut untuk membiasakan mencuci tangan yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada penderita penyakit diare. Oleh karena itu, biasakan diri anda dan keluarga anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit yang ada di dalam air tidak masuk ke dalam tubuh. Segera buang tumpukan sampah agar tidak menggunung dan jadi sarang penyakit.

Penanganan Diare 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Diare and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>