Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya

Salah satu kelainan buang air besar yang sering terjadi adalah Penyakit Diare dan cara mengatasinya adalah dengan daun jambu biji. Masyarakat sering menyebut penyakit ini dengan sebutan mencret. Hampir setiap orang termasuk kita mungkin pernah menderita penyakit diare, bahkan ada sekali yang gampang sekali terserang penyakit diare ini.  Seringkali diare bersifat dapat sembuh dengan sendiri tanpa diobati, tak heran bila penyakit diare ini sering kali disepelekan oleh penderitanya. Padahal bila Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya ini dibiarkan dapat mengancam jiwa seseorang yang menyepelekannya.

Tanda dari penyakit diare

Menurut Dr. H. Syafruddin AR Lelosutan, SpPD-KGEH, MARS, FINASIM dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Subroto, Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya adalah keadaan buang air besar (BAB) yang encer atau lembek (semisolid) dengan frekuensi berlebihan dari kebiasaan normal sehari-hari (lebih dari 3 kali sehari) dan dapat disembuhkan dengan obat dokter.

Diare dapat bercampur dengan darah, lendir maupun jaringan di saluran cerna. Diare dapat menimbulkan bau yang macam-macam, seperti bau amis, bau busuk, bau seperti daging terbakar, bau makanan basi, dan lain-lain. Diare juga ditandai dengan nyeri perut, mual, muntah, mulas, demam dan tanda-tanda dehidrasi (kram perut, mata cekung, bibir kering, kulit keriput, sembelit dsb.

Diare dapat menyebabkan bahaya serius bila tidak ditanggulangi dengan tepat. Kekurangan cairan yang tidak ditangani misalnya dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti syok, penurunan kesadaran, sepsis (infeksi berat), gangguan elektrolit, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

Diare akut vs Diare Kronik

Berdasarkan lama kejadian diare, dapat dibedakan atas diare akut dan diare kronik. Bila diare terjadi kurang dari dua minggu dapat dikategorikan diare akut sedangkan bila lebih dari 2 mingg maka dikategorikan diare kronik.

Diare Akut

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dapat disebabkan karena infeksi, karacunan, alergi, reaksi obat-obatan dan juga faktor psikis dan dapat sembuh jika anda menghentikan penggunaan obat yang menjadi pemicunya. Namu penyebab terserang diare akut di negara kita adalah faktor infeksi. Banyak sekali mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare akut ini, seperti jenis virus, bakteri, protozoa, sampai cacing (helminthes). Pada anak-anak diare paling sering disebabkan oleh virus 70-80%.

Diare Kronik

Diare kronik umumnya didasari oleh penyakit-penyakit non efektif pada saluran cerna seperti penyakit kolon inflamatorik, IBS (irritable bowel syndrome), pancreatitis, kanker usus besar. Diare kronik juga bisa ditemukan pada penderita penyakit sistemik tertentu, seperti pada pasien HIV/AIDS., tirotoksikosis, malabsorpsi, dan pada penderia diabetes melitus (DM).

Sedangkan berdasarkan masalahnya Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dibagi menjadi dua yaitu diare disentri dan diare dengan masalah. Diare disentri disebabkan dari masalah yang berasal dari dalam tubuh penderita sedangkan diare dengan masalah adalah diare yang disetai dengan penyakit lain.

Diare Disentri

yaitu Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya yang disertai dengan bercampurnya darah dalam tinja yang dikeluarkan penderita. Bawa penderita ke puskesmas terdekat apabila sudah mengalami hal tersebut. Akibat dari penyakit diare disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, dan kemungkinan terjadi komplikasi pada mukosa

Diare dengan Masalah

Yang termasuk dalam penyakit diare ini adalah diare akut dan diare persisten. Diare jenis ini mungkin juga disertai dengan penyakit lain yang menyerang tubuh anda, seperti : demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya.

Pada Inflamatory Bowel Disease (IBD) di dalam feses dapat ditemukan darah, serta dapat ditemukan juga gejala-gejala lain seperti radang sendi, radang uvea (pada mata) serta kelainan kulit. Diare umumnya terjadi karena adanya kerusakan absorbsi permukaan dinding usus. Pada Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare umumnya disebabkan oleh perubahan motilias (gerakan) intestinal. Penyakit Diare ini biasa disertai juga dengan susah BAB, nyeri perut, dan rasa tidak sempurna setelah BAB. Sebagian besar diare terjadi karena kurang memperhatikan kebersihan, sehingga makanan atau minuman yang kita makan terkontaminasi kuman. Untuk mencegah diare, terutama diare akut , sebaiknya mngonsumsi makanan yang berkualitas baik dan terjaga kebersihan dalam proses pembuatannya.

Berikut beberapa tips lain untuk mengatasi penyakit diare, diantaranya adalah : 

1. Mencuci tangan dengan segera, setelah memegang sesuatu yang kotor, misalnya sehabis memegang kotoran bayi/anak, abis membuang sampah, habis buang air besar.

2. Mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan

3. Memasak air hingga mendidih agar kuman yang ada di dalam air hilang dan mati.

4. Memasak makanan hingga matang, jangan sampai masakan yang kita makan belum matang dan masih mengandung kuman di dalamnya yang dapat menyebabkan penyakit diare menyerang keluarga.

5. Menutup makanan yang sudah kita masak dengan menggunakan tudung saji agar tidak terkontaminasi dengan udara yang ada disekitar ruangkan tersebut. Apabila makanan di biarkan terlalu lama dan tidak ditutup maka masakan anda akan terkontaminasi dengan kuman yang ada diruangan dan akan dapat menimbulkan penyakit diare baik pada anak anda atau keluarga yang lainnya.

6. Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup serta pola makan yang sehat agar terhindar dari penyakit sistemik dan penyebab penyakit diare yang mungkin dapat menyerang tubuh anda sewaktu-waktu .

Penyakit Diare dan Cara Mengatasinya


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Diare and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>